Minggu, 23 Februari 2014

Hubungan antara Pendidikan Tinggi Kejuruan dan dunia usaha dan Industri



Pendidikan vokasi atau pendidikan kejuruan menekankan siswanya untuk memasuki dunia kerja. Karena, pendidikan vokasi/kejuruan harus meningkatkan keterampilan/skill, kecakapan, perilaku, sikap, kebiasaan kerja, dan aspresiasi terhadap pekerjaan yang sedang dibutuhkan oleh masyarakat. Jadi pendidikan vokasi/kejuruan lebih menekankan pembentukan tenaga-tenaga kerja yang nantinya akan dibutuhkan dalam dunia usaha dan indrustri. Oleh sebab itu, pendidikan vokasi/kejuruan harus selalu dekat dengan dunia kerja (Wardiman, 1998, p.35).

Menurut Wardiman (1998), pendidikan vokasi dikembangkan melihat kebutuhan masyarakat akan pekerjaan. Pendidikan vokasi melayani tujuan sistim ekonomi, peka terhadap dinamika kontemporer masyarakat. Pendidikan vokasi juga harus bisa menyesuaikan diri terhadap perubahan-perubahan dan difusi teknologi. Karena pendidikan vokasi/kejuruan jelas lebih mengarah pada education for earning a living.

Ilustrasi

Pendidikan Umum
Di Indonesia terdapat tiga jenjang pendidikan: pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.
Dasar pendidikan umum sangat dibutuhkan oleh semua peserta didik dan merupakan sesuatu hal yang esensial untuk kehidupan sebagai warganegara. Karena itu, pendidikan umum dapat disebut pendidikan kehidupan atau Education for living.
Pendidikan ini menerima siapa saja, tanpa mempertimbangkan minat bakat ataupun keadaan fisik peserta didik. Karena, pendidikan ini hanya mempersiapkan peserta didik dengan sejumlah wawasan pengetahuan, untuk persiapan saat meraih jenjang pendidikan yang lebih tinggi, tanpa mempersiapkan peserta didiknya untuk bekerja.

Pendidikan kejuruan
Pendidikan kejuruan adalah bagian dari pendidikan individu yang mencetak individu agar supaya ia dapat bekerja dalam suatu kelompok tertentu (Evan, 1978). pendidikan kejuruan bermaksud menyiapkan peserta didik memasuki lapangan pekerjaan tertentu yang sesuia dengan bidang keahlian yang dipelajarinya masing-masing. Jadi kesimpulannya adalah, bahwa peran pendidikan kejuruan adalah mencetak para tenaga kerja yang ahli dan kompeten di bidangnya masing-masing.
Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan khusus/spesial yang sangat penting dalam suatu masyarakat umum maupun masyarakat dunia usaha/kerja. Lembaga mempersiapkan tenaga kerja karena adanya kebutuhan (need), perlu aktivitas, kebebasan, kekuasaan, pengakuan sosial dan rasa senang.
Selain itu tenaga kerja juga sangat dibutuhan di dunia usaha maupun dunia indrustri, karena tanpa adanya para tenaga kerja yang ahli maka proses produksi tidak akan dapat berjalan dengan semestinya.
Slamet PH (1990) juga memberikan penjelasan tentang pentingnya pendidikan kejuruan bagi:
1.      Peserta didik, adalah untuk:
-          Persiapan untuk bekerja
-          Perbaikan konsep diri
-          Pengembangan kepemimpinan
-          Persiapan untuk belajar lebih lanjut
-          Memberikan dasar untuk mencari penghasilan
-          Persiapan karir lebih lanjut
-          Penyesuaian terhadap perubahan
2.      Organisasi/Intuisi, adalah untuk:
-          Memberikan pekerjaan yang terampil
-          Memberikan etos kerja yang tinggi
-          Meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja
-          Menghemat biaya operasional
3.      Masyarakat, adalah :
-          Meningkatkan penghasilan
-          Mengurangi pengangguran
-          Menciptakan penduduk yang lebih baik
4.      Bangsa Indonesia, adalah:
-          Diselaraskan dengan kebutuhan pembangunan

Asumsi-asumsi pendidikan vokasi
Asumsi adalah anggapan yang diterima sebagai kebenaran, yang diuji dari keseringan yang tedapat pada masyarakat (reliabilty) dan keajegannya terjadi di masyarakat (konsistensi), serta kebenarannya diterima oleh umum (valid). Asumsi-asumsi pendidikan vokasi adalah (Thompson, 1973, p.89-116)
1.      Pendidikan vokasi digerakkan oleh kebutuhan pasar kerja dan berkontribusi pada penguatan perekonomian suatu negara.
2.      Pendidikan vokasi dapat membantu pengentasan pengangguran. Melalui training layanan keterampilan dan kompetensi teknis
3.      Pendidikan vokasi dapat mengembangkan marketable man dengan pengembangan kemampuannya untuk membentuk keterampilan yang melebihi alat produksi.
4.      Pendidikan vokasi adalah pendidikan untuk produksi, melayani akhir dari sistem ekonomi.

Hubungan pendidikan kejuruan dan pendidikan umum
Pada dasarnya kedua pendidikan ini penting dalam penyediaan tenaga kerja, pendidikan umum bertujuan untuk membekali para anak didik untuk hidup pada kehidupan manusia karena pendidikan ini mengajarkan ilmu-ilmu yang bersifat umum (education for life).
Sedangkan pendidikan khusus, bertujuan untuk mengajarkan kepada peserta didik dalam mencari kehidupan. Maksudnya adalah, pembekalan yang diberikan kepada peserta didik untuk mendapat dan memperoleh pekerjaan (education for earning life).

Kesimpulan
Jadi, dapat kita simpulkan bahwa hubungan pendidikan tinggi kejuruan dengan dunia usaha dan dunia indrustri mencangkup banyak aspek. Salah satunya adanya kebutuhan dunia indrustri dan usaha akan adanya tenaga kerja yang ahli dan kompeten di bidangnya masing-masing akan dipenuhi oleh pendidikan tinggi kejuruan. Selain itu, mencegah tingginya angka penganguran dikarenakan para lulusan PTK diharapkan mempunyai skill yang dapat mengembangkan dirinya sendiri sebagai pelaku produsen itu sendiri.

Pustaka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar