Minggu, 23 Februari 2014
Pelajaran dari Sang Ayah
suatu hari
ada seorang ayah yang bijak berserta anaknya
mereka berjalan dibawah naungan kanopi pohon-pohon yang rindang
tiba-tiba sang anak pun berkata
"ayah kalo aku jadi burung itu pasti enak ya bisa terbang kemana-mana dan menikmati indahnya dunia ini"
sang ayah yang mendengar perkataan anaknya hanya tersenyum dan berkata
"kenapa kau tidak memilih jadi cacing yang ada disana saja.?"
sang anak dengan ketusnya pun menjawab
"untuk apa aku menjadi cacing yah, sudah jelek, lemah, bisanya cuma mengeliat aja. ngak penting banget yah"
"jangan begitu anakku, meskipun cacing itu terlihat lemah dan tidak berguna. sesungguhnya ia mempunyai peran yang penting di hutan ini. cacing menyuburkan tanah, dimana tanah tersebut adalah tempat dimana pohon-pohon besar ini tumbuh. dimana, pohon-pohon ini memberikan kehidupan bagi ribuan spesies yang ada di hutan ini."
anak itupun terdiam dan merenung mendengar perkataan ayahnya
"tanpa pohon itu, hewan-hewan tidak dapat bernafas, hewan-hewan tidak mendapatkan perlindungan dari ganasnya cuaca, hewan-hewan tidak dapat mendapatkan makanan. maka dari itu sesuatu yang kecil bisa jadi bermanfaat besar"
dengan penuh rasa kagum anak itu mendengar penjelasan ayahnya
mereka pun pulang kembali ke rumah, sang anak pun belajar hari ini bahwa setiap apapun yang ada di dunia ini berharga dan berguna.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar